Budaya organisasi dan core values
Budaya Organisasi
Robbins and Judge (2015) menyatakan bahwa
organizational culture adalah sistem nilai yang disepakati dan dihormati oleh
setiap anggota, yang membedakan sebuah organisasi dari yang lain. Oleh karena
itu, disimpulkan bahwa apa yang membedakan sebuah organisati dari yang lain
adalah culturenya. Budaya dan organisasi berkaitan erat dengan sistem
solidaritas yang dimiliki oleh para anggotanya, di mana nilai-nilai,
komunikasi, keyakinan, dan pola perilaku diintegrasikan untuk membimbing dan
mengarahkan individu. Budaya ini mencerminkan karakter dan sifat lingkungan
kerja, serta hasil yang dicapai dari organisasi, secara baik (Wibowo, 2016).
(Schein H, 2017) dalam bukunya
"Organizational Culture and Leadership" mengidentifikasi budaya dari
organisasi sebagai fenomena yang didirikan dari tiga tingkat : artefak, pada
nilai yang dianut, dan asumsi dasar yang tidak disadari. Schein menekankan
bahwa memahami budaya organisasi memerlukan analisis mendalam terhadap ketiga
tingkat ini. Berdasarkan pengertian diatas dapat diketahui bahwa secara umum,
budaya organisasi menekankan pentingnya poin bersama, nilai perilaku, dan
kepercayaan yang mengikat keanggotaan dalam mencapai tujuan bersama dan menjaga
identitas serta adaptabilitas dalam lingkungan yang terus berubah.
Menurut Rivai dan Mulyadi (2012, p.374)
menyatakan bahwa budaya organisasi adalah suatu kerangka kerja yang menjadi
pedoman tingkah laku sehari-hari dan membuat keputusan untuk karyawan dan
mengarahkan tindakan mereka untuk mencapai tujuan organisasi. Budaya organisasi
merupakan pola keyakinan dan nilai - nilai (Values) organisasi yang dipahami,
dijiwai, dan dipraktikkan oleh organisasi, sehingga pola tersebut memberikan
arti tersendiri dan menjadi dasar aturan berperilaku dalam organisasi. Oleh
karena itu, budaya organisasi dijadikan sebagai pengendali dan arah dalam
membentuk sikap dan perilaku manusia yang ada dalam organisasi. Budaya
organisasi diharapkan akan memberikan pengaruh yang positif terhadap pribadi
anggota organisasi maupun terhadap organisasi dalam hal mencapai visi dan misi
serta tujuan organisasi.
Menurut Panbundu (2012, p.14) budaya
organisasi sebuah perusahaan memiliki beberapa fungsi, yaitu :
1.
Budaya
organisasi sebagai pembeda suatu organisasi terhadap lingkungan kerja
organisasi maupun kelompok lainnya. Budaya organisasi menciptakan suatu
identitas atau ciri yang membedakan satu perusahaan dengan perusahaan lainnya.
2.
Sebagai
perekat karyawan dimana budaya organisasi akan membentuk Sense Of Belonging dan
rasa kesetiaan atau loyalitas terhadap sesama karyawan. Pemahaman yang baik
akan kebudayaan organisasi akan membuat karyawan lebih dekat karena persamaan
visi, misi, dan tujuan bersama yang akan dicapai.
3.
Budaya
organisasi berfungsi sebagai alat untuk mempromosikan sistem sosial didalam
lingkungan kerja yang positif dan kondusif, dari konflik serta perubahan
dilakukan dengan efektif.
4.
Budaya
organisasi berfungsi sebagai mekanisme kontrol. Budaya organisasi mengendalikan
dan mengarahkan karyawan ke arah yang sama untuk mencapai visi, misi, dan
tujuan perusahaan. Seluruh kegiatan di perusahaan akan berjalan apabila
perusahaan mampu mengendalikan dan mengatur karyawan atau pekerjanya dengan
efektif dan efesien.
5.
Sebagai
integrator atau alat pemersatu sub-budaya dalam organisasi dan perbedaan latar
belakang budaya karyawan.
6.
Budaya
organisasi membentuk perilaku karyawan. Tujuan dari fungsi ini, agar karyawan
memahami cara untuk mencapai tujuan organisasi sehingga karyawan akan bekerja
lebih terarah.
7.
Budaya
organisasi juga berfungsi sebagai sarana atau cara untuk memecahkan masalah
perusahaan seperti adaptasi lingkungan.
8.
Budaya
organisasi berfungsi sebagai acuan dalam menyusun perencanaan seperti
perencanaan pemasaran, segmentasi pasar, dan penentuan positioning.
9.
Budaya
organisasi dapat berfungsi sebagai alat komunikasi antar anggota perusahaan
atau organisasi, misalnya antara karyawan dengan pimpinan dan sesama anggota
perusahaan.
Core Values
Core values merujuk pada prinsip dasar yang
menjadi pedoman bagi perilaku individu dan kelompok. Nilai-nilai inti ini
mencakup aturan-aturan yang mencerminkan pandangan setiap individu mengenai apa
yang dianggap baik, benar, atau diinginkan. Nilai-nilai inti memiliki dua aspek
penting : konten dan intensitas. Aspek konten menunjukkan bahwa core values
berfungsi sebagai panduan untuk model perilaku yang perlu diperhatikan,
sementara aspek intensitas menjelaskan alasan mengapa nilai-nilai tersebut
sangat penting untuk diterapkan. Sistem nilai disesuaikan ketika nilai-nilai
individu digunakan sesuai dengan intensitasnya. Tingkat keselarasan yang
signifikan, yang dihasilkan dari adanya hirarki nilai di dalam sistem ini,
dapat dicapai dengan penerapan berbagai nilai seperti modal, biaya, keuntungan,
kerugian, dan arah (Robbins & Judge, 2015).
Dalam perkembangan zaman modern yang dinamis
dan sarat disrupsi, nilai-nilai inti (core value) memiliki peran yang semakin
strategis dan penting dalam berbagai aspek kehidupan, baik di lingkup
organisasi, perusahaan, maupun individu. Nilai-nilai tersebut berfungsi sebagai
pedoman moral yang mengarahkan sikap dan tindakan, sekaligus menjadi fondasi
utama dalam membangun budaya kerja yang kuat, positif, & berintegritas.
Core value dapat didefinisikan sebagai seperangkat prinsip dan keyakinan
fundamental yang dianut secara konsisten oleh suatu entitas, yang menjadi dasar
dalam proses pengambilan keputusan, perilaku, serta metode kerja. Keberadaan
nilai inti yang kokoh berkontribusi pada terciptanya keselarasan dan kesatuan
organisasi, sekaligus menumbuhkan rasa identitas dan tujuan kolektif bagi
seluruh anggotanya.
Core value (nilai – nilai inti) setiap
Perusahaan bisa saja berbeda, hal ini dipengaruhi oleh dan tergantung pada
visi, misi, tujuan utama, strategi bisnis, dan di industri apa Perusahaan
tersebut berada.
.jpeg)
.jpeg)