Showing posts with label Policy Brief. Show all posts
Showing posts with label Policy Brief. Show all posts

Saturday, January 13, 2024

Policy Brief atau Risalah Kebijakan

 

Policy Brief atau Risalah Kebijakan

 

Policy Brief atau Risalah Kebijakan adalah tulisan ilmiah yang ringkas dan berfokus pada isu kebijakan tertentu serta menawarkan alternatif solusi atas permasalahan kebijakan yang membutuhkan perhatian cepat dari pembuat kebijakan.       

Policy brief merupakan dokumen ringkas dan netral yang berfokus pada isu tertentu yang membutuhkan perhatian pengambil kebijakan, yang memaparkan alasan/rasional pemilihan alternatif kebijakan tertentu yang ada pada tataran perdebatan kebijakan.   

 

Terdapat beberapa alasan mengapa dibutuhkannya policy brief , antara lain:    

a. Pemerintah membutuhkan informasi yang berkualitas sebagai basis kebijakan;    

b. Ada banyak lembaga yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang penting dan relevan dengan kebijakan publik. Banyak dari lembaga tersebut yang sangat ingin meningkatkan kualitas kebijakan publik;   

c. Pengambil kebijakan (policy maker) membutuhkan data dan informasi spesifik: yang singkat, mudah menangkap intisarinya;  

d. ditulis dalam bahasa yang non-teknis;   

e. dari laporan yang fokus memuat implikasi dan rekomendasi kebijakan.    

 

Berikut beberapa keuntungan dari policy brief menurut Dwiyanto (2012)   

a. Ringkas, sederhana, tampilan menarik, banyak gambar sehingga tidak perlu berpikir, handy, dsb;   

b. Bisa segera dibuat tanpa menunggu hasil riset selesai sehingga bisa disampaikan pada saat yang tepat;      

c. Dirancang secara spesifik memenuhi kebutuhan informasi dari policy-maker tertentu. Orientasi pada pengguna sangat kuat;   

d. Bisa menggambarkan logika kebijakan secara mudah (masalah kebijakan, sebab munculnya masalah, dan pilihan tindakan yang tersedia).   

Oleh karena itu, sebuah Policy Brief yang berkualitas seharusnya:        

1. Berisi latar belakang yang cukup, sehingga pembaca dapat memahami konteks permasalahan dan substansi permasalahan secara tepat;     

2. Meningkatkan keyakinan pembaca bahwa masalah public tersebut harus segera diatasi;          

3. Menggunakan alternatif pilihan-pilihan kebijakan;       

4. Memberikan bukti-bukti yang relevan untuk mendukung pilihan kebijakan;     

5. Merangsang pembaca untuk berse-mangat mengambil dan menetapkan keputusan.       

 

Adapun komponen-komponen dalam policy brief, yaitu:   

 

1. Judul

Bagaimana merumuskan judul sebuah policy brief?        

Rumuskan sehingga “berhasil memunculkan minat pembacanya”.   

Karena itu, Judul :

• Harus singkat (kurang dari 12 kata), tetapi informatif;

• Dapat dipecah menjadi “judul utama” dan “sub judul”;

• Judul dalam bentuk pertanyaan akan sangat memikat pembacanya.      

 

Rumuskan sedemikian rupa sehingga pembaca menjadi bersemangat untuk membaca dan memahami policy brief tersebut.           

2. Daftar isi        

Pembaca cerdas akan langsung menuju daftar isi, agar dapat segera menangkap intisari sebuah buku.       

Karenanya: daftar Isi harus detail dan informatif tetapi tetap

ringkas sehingga pembacanya segera dapat:

• memahami rincian garis besar substansi Policy Brief,

• Memahami keterkaitan antar kom-ponen dari Policy Brief,

• Memudahkan pembaca untuk melom-pat ke tiap komponen Policy Brief.

 

3. Ringkasan (Eksekutif)

Bagian ini dapat difokuskan untuk hanya memuat jawaban:

Apa, mengapa, Bagaimana dan Oleh siapa?

• Apa akar masalahnya?

• Mengapa dinilai sebagai masalah penting dan strategis?

• Bagaimana solusinya?

• Oleh siapa solusi tersebut akan dilaksanakan?

 

4. Pendahuluan

Isi pendahuluan harus: berhasil mening-katkan minat dan semangat pembaca untuk secara seksama mempelajari keseluruhan isi dari Policy Brief tersebut.     

 

Uraian di Pendahuluan dapat berisi jawaban dari pertanyaan berikut:

• Topik (spesifik) apakah yang dibahas dalam Policy Brief ini?

• Mengapa substansi yang ada pada Policy Brief ini penting dan strategis?

• Mengapa pembacanya harus segera mengambil Langkah tindak lanjut yang disarankan dalam Policy Brief ini?       

5. Deskripsi masalah

Permasalahan harus dapat dijelaskan secara specifik dan terukur. Bila ternyata deskripsinya masih memunculkan pemahaman yang berbeda, maka deskripsi masalah tersebut masih kurang spesifik.   

 

Beberapa pertanyaan yang dapat dipakai untuk mengarahkan adalah sebagai berikut:   

• Apakah permasalahannya dan mengapa penting?                         

• Dimana dan siapa yang terkait dengan permasalahan tersebut?

• Mengapa permasalahan itu terjadi? Beri bukti-bukti dan contohnya

• Apa efek dari permasalahan tersebut? Beri bukti dan contohnya

6. Rekomendasi kebijakan        

Kualitas rekomendasi kebijakan sangat menetukan kualitas sebuah Policy Brief        

Pada bagian ini, sebutkan dan jelaskan secara specific dan terukur:

• Alternatif kebijakan yang dipilih (rekomendasikan),

• Alternatif kebijakan lainnya. Bukan hanya kebijakan yang direkomendasikan, tetapi juga beberapa alternatif-altrenatif lainnya,     

• Sebutkan juga metode (cara) penentuan dan pemiliham alternatif kebijakannya.

7. Kesimpulan       

Pada bagian ini, deskripsikan dan uraikan secara spesifik kesimpulan dan rekomendasi dari Policy Brief tersebut.      

Deskripsikan dengan kalimat persuasif, singkat, dan jelas. Atur kalimatnya agar pembaca memahami bahwa dengan Policy Brief tersebut, kita sedang menjauhi pain, dan atau mendekati gain

8. Apendiks atau lampiran (bila harus ada)         

Policy Brief harus dibangun dari data dan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Bila tidak dapat disajikan dalam badan policy brief, beberapa data dan informasi pendukung dapat disajikan secara menarik pada lampiran. Tetapi lampiran hanya dicantumkan jika sangat diperlukan.       

 9. Daftar Pustaka

Keberadaan daftar pustaka akan meningkatkan keyakinan pembaca terhadap substansi policy brief tersebut. Karenanya cantumkan 2-4 daftar referensi kunci yang digunakan dalam penyusunan policy brief tersebut. Dan ditambahkan juga 2-3 daftar bacaan lanjutan (further reading) untuk peminat substansi policy brief tersebut.

 

Bila Policy Brief disusun lebih ringkas, maka isinya adalah:

1. Ringkasan (Eksekutif)

2. Pendahuluan

3. Deskripsi masalah

4. Rekomendasi kebijakan

5. Kesimpulan

6. Apendiks atau lampiran (bila harus ada)

7. Daftar Pustaka