Showing posts with label Budaya organisasi dan core values. Show all posts
Showing posts with label Budaya organisasi dan core values. Show all posts

Friday, July 31, 2026

Budaya organisasi dan core values

 

Budaya organisasi dan core values

 

Budaya Organisasi  

Robbins and Judge (2015) menyatakan bahwa organizational culture adalah sistem nilai yang disepakati dan dihormati oleh setiap anggota, yang membedakan sebuah organisasi dari yang lain. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa apa yang membedakan sebuah organisati dari yang lain adalah culturenya. Budaya dan organisasi berkaitan erat dengan sistem solidaritas yang dimiliki oleh para anggotanya, di mana nilai-nilai, komunikasi, keyakinan, dan pola perilaku diintegrasikan untuk membimbing dan mengarahkan individu. Budaya ini mencerminkan karakter dan sifat lingkungan kerja, serta hasil yang dicapai dari organisasi, secara baik (Wibowo, 2016).

 

(Schein H, 2017) dalam bukunya "Organizational Culture and Leadership" mengidentifikasi budaya dari organisasi sebagai fenomena yang didirikan dari tiga tingkat : artefak, pada nilai yang dianut, dan asumsi dasar yang tidak disadari. Schein menekankan bahwa memahami budaya organisasi memerlukan analisis mendalam terhadap ketiga tingkat ini. Berdasarkan pengertian diatas dapat diketahui bahwa secara umum, budaya organisasi menekankan pentingnya poin bersama, nilai perilaku, dan kepercayaan yang mengikat keanggotaan dalam mencapai tujuan bersama dan menjaga identitas serta adaptabilitas dalam lingkungan yang terus berubah.

 

Menurut Rivai dan Mulyadi (2012, p.374) menyatakan bahwa budaya organisasi adalah suatu kerangka kerja yang menjadi pedoman tingkah laku sehari-hari dan membuat keputusan untuk karyawan dan mengarahkan tindakan mereka untuk mencapai tujuan organisasi. Budaya organisasi merupakan pola keyakinan dan nilai - nilai (Values) organisasi yang dipahami, dijiwai, dan dipraktikkan oleh organisasi, sehingga pola tersebut memberikan arti tersendiri dan menjadi dasar aturan berperilaku dalam organisasi. Oleh karena itu, budaya organisasi dijadikan sebagai pengendali dan arah dalam membentuk sikap dan perilaku manusia yang ada dalam organisasi. Budaya organisasi diharapkan akan memberikan pengaruh yang positif terhadap pribadi anggota organisasi maupun terhadap organisasi dalam hal mencapai visi dan misi serta tujuan organisasi.       

 

Menurut Panbundu (2012, p.14) budaya organisasi sebuah perusahaan memiliki beberapa fungsi, yaitu :             

1.    Budaya organisasi sebagai pembeda suatu organisasi terhadap lingkungan kerja organisasi maupun kelompok lainnya. Budaya organisasi menciptakan suatu identitas atau ciri yang membedakan satu perusahaan dengan perusahaan lainnya.                 

2.    Sebagai perekat karyawan dimana budaya organisasi akan membentuk Sense Of Belonging dan rasa kesetiaan atau loyalitas terhadap sesama karyawan. Pemahaman yang baik akan kebudayaan organisasi akan membuat karyawan lebih dekat karena persamaan visi, misi, dan tujuan bersama yang akan dicapai.                

3.    Budaya organisasi berfungsi sebagai alat untuk mempromosikan sistem sosial didalam lingkungan kerja yang positif dan kondusif, dari konflik serta perubahan dilakukan dengan efektif.                

4.    Budaya organisasi berfungsi sebagai mekanisme kontrol. Budaya organisasi mengendalikan dan mengarahkan karyawan ke arah yang sama untuk mencapai visi, misi, dan tujuan perusahaan. Seluruh kegiatan di perusahaan akan berjalan apabila perusahaan mampu mengendalikan dan mengatur karyawan atau pekerjanya dengan efektif dan efesien.                   

5.    Sebagai integrator atau alat pemersatu sub-budaya dalam organisasi dan perbedaan latar belakang budaya karyawan.                     

6.    Budaya organisasi membentuk perilaku karyawan. Tujuan dari fungsi ini, agar karyawan memahami cara untuk mencapai tujuan organisasi sehingga karyawan akan bekerja lebih terarah.                       

7.    Budaya organisasi juga berfungsi sebagai sarana atau cara untuk memecahkan masalah perusahaan seperti adaptasi lingkungan.                

8.    Budaya organisasi berfungsi sebagai acuan dalam menyusun perencanaan seperti perencanaan pemasaran, segmentasi pasar, dan penentuan positioning.                                 

9.    Budaya organisasi dapat berfungsi sebagai alat komunikasi antar anggota perusahaan atau organisasi, misalnya antara karyawan dengan pimpinan dan sesama anggota perusahaan.





Core Values 

Core values merujuk pada prinsip dasar yang menjadi pedoman bagi perilaku individu dan kelompok. Nilai-nilai inti ini mencakup aturan-aturan yang mencerminkan pandangan setiap individu mengenai apa yang dianggap baik, benar, atau diinginkan. Nilai-nilai inti memiliki dua aspek penting : konten dan intensitas. Aspek konten menunjukkan bahwa core values berfungsi sebagai panduan untuk model perilaku yang perlu diperhatikan, sementara aspek intensitas menjelaskan alasan mengapa nilai-nilai tersebut sangat penting untuk diterapkan. Sistem nilai disesuaikan ketika nilai-nilai individu digunakan sesuai dengan intensitasnya. Tingkat keselarasan yang signifikan, yang dihasilkan dari adanya hirarki nilai di dalam sistem ini, dapat dicapai dengan penerapan berbagai nilai seperti modal, biaya, keuntungan, kerugian, dan arah (Robbins & Judge, 2015). 

 


Dalam perkembangan zaman modern yang dinamis dan sarat disrupsi, nilai-nilai inti (core value) memiliki peran yang semakin strategis dan penting dalam berbagai aspek kehidupan, baik di lingkup organisasi, perusahaan, maupun individu. Nilai-nilai tersebut berfungsi sebagai pedoman moral yang mengarahkan sikap dan tindakan, sekaligus menjadi fondasi utama dalam membangun budaya kerja yang kuat, positif, & berintegritas. Core value dapat didefinisikan sebagai seperangkat prinsip dan keyakinan fundamental yang dianut secara konsisten oleh suatu entitas, yang menjadi dasar dalam proses pengambilan keputusan, perilaku, serta metode kerja. Keberadaan nilai inti yang kokoh berkontribusi pada terciptanya keselarasan dan kesatuan organisasi, sekaligus menumbuhkan rasa identitas dan tujuan kolektif bagi seluruh anggotanya.

 

Core value (nilai – nilai inti) setiap Perusahaan bisa saja berbeda, hal ini dipengaruhi oleh dan tergantung pada visi, misi, tujuan utama, strategi bisnis, dan di industri apa Perusahaan tersebut berada.