Proses Pengolahan Minyak Bumi, Ini Penjelasan Lengkapnya
Proses Pengolahan Minyak Bumi – Tahukah kalian bagaimana proses pengolahan
bensin atau minyak bumi lainnya yang sering kita gunakan sehari-hari? Minyak
bumi sebenarnya adalah campuran cair yang terdiri dari jutaan senyawa. Sebagian
besar adalah senyawa hidrokarbon. Senyawa ini terbentuk selama dekomposisi
fosil tumbuhan dan hewan.
Minyak bumi merupakan bahan baku pertambangan yang memegang peranan sangat
penting dalam kehidupan manusia, terutama sebagai sumber energi. Seperti bahan
bakar dari LPG, bensin, solar hingga minyak tanah, bahan seperti lilin parafin
dan aspal.
Berbagai reagen kimia yang dibutuhkan untuk membuat plastik, karet sintetis,
deterjen, obat-obatan, dll terbuat dari minyak bumi. lalu bagaimana proses
pengolahan minyak bumi tersebut? Berikut ini penjelasan tentang minyak mentah,
dimulai dari asal usul minyak mentah, komposisinya, dan proses pengolahannya :
Mengenal Apa Itu Minyak Bumi ?
Minyak bumi adalah campuran kompleks yang terutama terdiri dari (sekitar 90%
hingga 97%) senyawa hidrokarbon. Hidrokarbon yang terkandung dalam minyak
mentah terutama adalah alkana, dan sisanya adalah sikloalkana, alkena, alkuna,
dan senyawa aromatik. Komponen kecil lainnya selain hidrokarbon adalah senyawa
karbon yang mengandung oksigen, belerang, atau nitrogen. Gas alam terutama
terdiri dari alkana kadar rendah (C1 hingga C4) yang komponen utamanya adalah
metana. Selain alkana, ada gas lain seperti CO2, O2, N2, H2S, atau sejumlah
kecil gas langka seperti helium.
Minyak bumi terbentuk dari pelapukan puing-puing berbagai jenis organisme
seperti tumbuhan, hewan dan mikroorganisme, dan telah terkubur dengan lumpur di
dasar laut selama jutaan tahun. Lumpur berubah menjadi berbagai batuan sedimen
berpori, tetapi puing-puing organisme bergerak ke daerah bertekanan rendah dan
terkumpul di batuan kedap air di daerah perangkap. Gas alam, minyak dan air
dihasilkan sebagai deposit minyak. Gas alam berada di rongga atas dan minyak
cair mengapung di atas reservoir. Klasifikasi adalah sebagai berikut ini :
Mikroorganisme yang mengandung lumpur
Berjuta-juta tahun dirawat
Sedimen dari dasar laut
Menghasilkan polusi minyak dan gas
Tidak ada Minyak bumi dan gas alam yang sering disebut sebagai bahan bakar
fosil karena minyak bumi berasal dari puing-puing organisme hidup, yang
terakumulasi sebagai deposit minyak bumi di batuan permeabel.
Bahan bakar fosil diklasifikasikan sebagai sumber daya alam yang tidak
terbarukan. Pasalnya, proses pembentukan minyak mentah sangat lama
Untuk mengekstrak minyak, perlu melakukan proses pengeboran. Minyak mentah yang
ditemukan biasanya dicampur dengan gas alam. Minyak mentah adalah minyak yang
dipisahkan dari gas alam berupa cairan berwarna hitam pekat yang berbau. Minyak
mentah ini tidak dapat digunakan secara langsung dan harus dimurnikan dengan
destilasi bertingkat.
Prinsip distilasi ini adalah memisahkan komponen-komponen suatu campuran
berdasarkan perbedaan titik didih dan memperoleh sekelompok komponen dalam
rentang didih tertentu yang disebut fraksi. Lebih jelasnya, berikut ini proses pengolahan
minyak bumi :
Proses Pengolahan Minyak Bumi
Proses mengubah fosil hewan menjadi minyak melewati beberapa tahapan yang
sangat panjang. Pertama, para ahli melakukan eksplorasi. Kegiatan ini bertujuan
untuk memperoleh informasi kondisi geologi guna menemukan dan memperoleh
perkiraan cadangan minyak bumi. Umumnya, mereka mengambil bidikan udara untuk
membuat peta topografi. Setelah menentukan daerah yang akan disurvei, para ahli
kebumian (geolog) mencari sampel batuan dan formasi batuan yang muncul dari
permukaan karang dan tebing untuk penelitian laboratorium.
Selain itu, kegiatan dilanjutkan dengan melakukan survei geofisika. Mereka
melakukan ini dengan menyebabkan gempa bumi kecil dan getaran di bawah tanah
(aktivitas seismik). Gelombang berosilasi dari ledakan ini turun dan memantul
dari permukaan bumi. Dengan cara ini, situs yang mengandung minyak dapat
dievaluasi secara ilmiah. Daerah bawah tanah yang tidak berpori disebut
antiklin atau cekungan.
Daerah cekungan ini terdiri dari beberapa lapisan, lapisan bawah berisi air,
lapisan atas berisi minyak, dan di atas minyak rongga berisi gas alam. Jika
cekungan tersebut mengandung minyak dalam jumlah besar, maka akan dilakukan
penggalian untuk mengidentifikasi lokasi yang diperkirakan mengandung minyak,
kemudian langkah selanjutnya adalah eksploitasi.
Eksploitasi adalah rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan produksi minyak.
Kegiatan ini meliputi pengeboran dan penyelesaian sumur, transportasi untuk
pemisahan dan pemurnian minyak, penyimpanan dan pembangunan fasilitas
pengolahan. Sumur pemboran menghasilkan minyak mentah yang perlu diolah
kembali, selain minyak mentah juga menghasilkan air dan polutan lainnya.
Zat selain minyak mentah dipisahkan sebelum diproses lebih lanjut. Komponen
utama minyak mentah hasil galian adalah campuran dari berbagai senyawa
hidrokarbon. Senyawa lain seperti belerang, nitrogen dan oksigen hadir dalam
jumlah kecil. Berikut ini daftar komponen yang menunjukkan persentase senyawa
yang terkandung dalam minyak mentah (crude oil).
Kelompok Unsur :
Karbon 84%
Hidrogen 14%
Sulfur Antara 1% Sampai 3%
Nitrogen kurang dari 1%
Oksigen Kurang dari 1%
Logam Kurang dari 1%
Garam kurang dari 1%
Campuran hidrokarbon dalam minyak mentah terdiri dari berbagai senyawa
hidrokarbon seperti alkana, senyawa aromatik, naftalena, alkena dan alkuna.
Senyawa ini berbeda dalam panjang rantai dan titik didih. Semakin panjang
rantai karbon, semakin tinggi titik didihnya.
Agar dapat digunakan untuk berbagai keperluan, komponen minyak mentah harus dipisahkan
menurut titik didihnya. Proses yang digunakan adalah distilasi bertingkat.
Menurut Grameds, apakah ada proses pemisahan selain destilasi?
Minyak mentah yang diekstraksi dari sumur minyak pada semua tahap pemrosesan
minyak mentah tidak dapat digunakan atau digunakan secara langsung untuk
berbagai keperluan. Minyak mentah masih merupakan campuran dari berbagai
senyawa hidrokarbon, terutama asam dan basa mentah yang ditambahkan karena
merupakan komponen utama hidrokarbon alifatik mulai dari rantai C sederhana
atau pendek hingga rantai C banyak atau panjang dan senyawa non-hidrokarbon.
Minyak mentah, yang berbentuk cair pada suhu dan tekanan normal, berkisar dari
titik didih yang sangat rendah hingga sangat tinggi untuk senyawa hidrokarbon.
Titik didih hidrokarbon (alkana) meningkat dengan meningkatnya jumlah atom
karbon dalam molekul. Karena perbedaan titik didih komponen minyak bumi, minyak
mentah dipisahkan menjadi beberapa fraksi dalam proses distilasi bertingkat.
Destilasi bertingkat adalah suatu proses penyulingan (distilasi) dimana
digunakan langkah-langkah pendinginan atau fraksi-fraksi sesuai dengan kurva
didih campuran yang diinginkan, sehingga terjadi proses kondensasi pada
beberapa tahapan/fraksi. Metode ini disebut pengurutan.
Minyak mentah tidak dapat dipisahkan menjadi komponen murni (senyawa individu).
Hal ini tidak mungkin karena ketidakpraktisan dan fakta bahwa minyak bumi
mengandung banyak senyawa hidrokarbon serta senyawa non-hidrokarbon. Dalam hal
ini, senyawa hidrokarbon memiliki isomer dengan titik didih yang berdekatan.
Oleh karena itu, minyak mentah dipisahkan dengan proses distilasi bertingkat.
Fraksi yang diperoleh dari fraksi minyak bumi merupakan campuran hidrokarbon
yang mendidih pada temperatur tertentu. Berikut ini proses pengolahan minyak
bumi, dari tahap pertama sampai minyak mentah siap digunakan :
1. Proses Pengolahan Minyak Bumi Tahap Pertama
Tahap pertama adalah proses distilasi bertingkat, yaitu dengan memisahkan
minyak mentah menjadi fraksi-fraksinya berdasarkan titik didih masing-masing
fraksi. Komponen titik didih tinggi tetap cair dan jatuh ke dasar, sedangkan
komponen titik didih rendah menguap dan naik melalui bejana penahanan yang
disebut menara gelembung.
Semakin tinggi suhu, semakin rendah suhu menara distilasi fraksional.
Akibatnya, komponen titik didih tinggi mengembun dan memisahkan, dan komponen
titik didih rendah naik dan kembali ke keadaan semula. Misalnya, pastikan bahwa
komponen yang mencapai puncak menara adalah komponen gas pada suhu kamar. Hasil
sortasi oli adalah sebagai berikut :
a. Pecahan Pertama
Fraksi ini menghasilkan fraksi yang paling ringan, gas. Minyak mentah dengan
titik didih di bawah 30°C berarti berwujud gas pada suhu kamar. Gas pada tahap
ini adalah bentuk gas yang awalnya larut dalam minyak mentah, sedangkan bentuk
gas yang tidak larut akan dipisahkan saat proses pengeboran berlangsung. Gas
yang dihasilkan pada tahap ini adalah bentuk unsur Liquid Natural Gas (LNG)
yang mengandung unsur utama propana (C3H8) dan butana (C4H10), dan Liquid
Petroleum Gas (LPG) yang mengandung metana (CH4) dan etana (C2H6).
2. Fraksi Kedua
Pada fraksi ini dihasilkan petroleum eter. Perlu Grameds ketahui bahwa minyak
bumi pada titik didih lebih kecil 90 oC, masih berbentuk uap, dan akan masuk ke
bagian pendinginan dengan suhu 30 oC – 90 oC. Pada tahap ini, bahan petroleum
eter (bensin ringan) kemudian akan mengalami pencairan dan keluar ke bagian
penampungan di petroleum eter. Petroleum eter adalah campuran alkana dengan
rantai C5H12 hingga C6H14.
3. Fraksi Ketiga
Fraksi ini menghasilkan bensin (gasoline). Minyak mentah dengan titik didih
kurang dari 175 oC masih berupa uap dan masuk ke kolom pendingin pada suhu
antara 90 oC sampai 175 oC. Dengan cara ini, bensin meleleh dan bocor ke tangki
bensin. Bensin adalah campuran alkana dan rantai C6H14-C9H20.
4. Fraksi Keempat
Fraksi ini menghasilkan nafta. Minyak mentah dengan titik didih kurang dari 200
oC masih berupa uap dan masuk ke kolom pendingin pada suhu antara 175 oC sampai
200 oC. Rute ini mencairkan nafta (nafta berat) ke dalam reservoir nafta. Nafta
adalah campuran alkana dan rantai C9H20-C12H26.
5. Fraksi Kelima
Fraksi ini menghasilkan minyak tanah (kerosene). Minyak mentah dengan titik
didih kurang dari 275 oC masih berupa uap dan masuk ke kolom pendingin pada
suhu antara 175 oC sampai 275 oC. Pada jalur ini, minyak tanah (kerosene)
meleleh dan bocor ke reservoir minyak tanah. Minyak tanah (kerosene) merupakan
campuran alkana dan rantai C12H26–C15H32.
6. Fraksi Keenam
Fraksi ini menghasilkan minyak ringan (light oil). Minyak mentah dengan titik
didih kurang dari 375 oC masih berupa uap dan masuk ke kolom pendingin pada
suhu antara 250 oC dan 375 oC. Dengan cara ini, minyak ringan (light oil)
meleleh dan masuk ke reservoir minyak ringan (light oil). Minyak solar adalah
campuran rantai alkana dan C15H32-C16H34.
7. Fraksi Ketujuh
Pecahan ini memberikan residu. Minyak mentah dipanaskan hingga suhu tinggi
melebihi 375 ° C, yang menyebabkan penguapan. Rute ini menghasilkan residu yang
tidak mudah menguap dan menguap. Residu non-volatil berasal dari minyak
non-volatil seperti aspal dan batubara minyak bumi. Residu evaporasi berasal
dari minyak evaporasi dan masuk ke kolom pendingin pada suhu 375°C. Minyak
pelumas (C16H34–C20H42) digunakan untuk melumasi mesin, parafin (C21H44–C24H50)
digunakan untuk membuat lilin, dan aspal (rantai C lebih besar dari C36H74)
digunakan untuk melapisi bahan bakar dan jalan.
2. Proses Pengolahan Minyak Bumi Tahap Kedua
Pengolahan tahap kedua merupakan pengolahan lebih lanjut dari hasil unit
pengolahan tahap pertama. Pengolahan pada tahap ini bertujuan untuk
mengekstraksi dan memproduksi berbagai jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Non
Bahan Bakar Minyak (non BBM) dalam jumlah besar dan dengan kualitas yang lebih
tinggi sesuai dengan permintaan konsumen dan pasar.
Pada tahap perlakuan kedua, terjadi perubahan struktur kimia. Dapat berupa
dekomposisi molekul (proses cracking), fusi molekul (proses polimerisasi,
alkilasi), atau perubahan struktur molekul (proses modifikasi). Pemrosesan
lebih lanjut dapat berupa proses seperti berikut ini :
a. Konversi Struktur Kimia
Dalam proses ini, senyawa hidrokarbon diubah menjadi senyawa hidrokarbon lain
melalui proses kimia seperti berikut ini :
Cracking : Dalam proses ini, molekul hidrokarbon besar dipecah menjadi molekul
hidrokarbon yang lebih kecil, menghasilkan titik didih dan stabilitas yang
rendah. Proses ini dapat dijalankan sebagai berikut :
Pirolisis adalah proses perengkahan yang hanya menggunakan suhu dan tekanan
tinggi.
Dekomposisi katalitik, yaitu proses dekomposisi yang menggunakan panas dan
katalis untuk mengubah destilasi dengan titik didih tinggi menjadi bensin dan
kerosin. Butana dan gas lainnya juga diproduksi dalam proses ini.
Dekomposisi oleh hidrogen (dekomposisi hidrogenasi). Artinya, proses
perengkahan yang merupakan kombinasi perengkahan termal dan perengkahan
katalitik dengan “menginjeksikan” hidrogen ke dalam molekul-molekul fraksi
hidrokarbon tak jenuh
Dengan cara ini LPG, nafta, kerosin, avtur dan solar dapat dibuat dari minyak
bumi. Jumlah yang diperoleh lebih tinggi daripada perengkahan termal atau
perengkahan katalitik saja dan kualitasnya sangat baik. Selain itu, jumlah
residu berkurang.
Alkilasi : Proses ikatan kimia dua hidrokarbon isoparafin untuk membentuk alkil
oktan tinggi. Alkylate ini dapat digunakan sebagai bensin atau avgas.
Polimerisasi
: Ikatan dua atau lebih molekul menjadi satu molekul yang disebut polimer.
Tujuan dari polimerisasi ini adalah untuk mengikat molekul hidrokarbon
berbentuk gas (etilen, propena) dengan senyawa nafta ringan.
Modifikasi : Proses pirolisis nafta secara perlahan untuk mendapatkan produk
yang lebih mudah menguap seperti olefin dengan oktan yang lebih tinggi. Selain
itu juga dapat berupa konversi katalitik dari komponen nafta untuk menghasilkan
senyawa aromatik dengan oktan yang lebih tinggi.
Isomerisasi : Proses ini mengubah susunan dasar atom dalam molekul tanpa
menambah atau menghilangkan bagian aslinya. Hidrokarbon linier diubah menjadi
hidrokarbon garis cabang oktan tinggi. Proses ini memungkinkan konversi
n-butana menjadi isobutana. Isobutana dapat digunakan sebagai bahan baku untuk
proses alkilasi.
b. Metode Ekstraksi
Pada metode ini pemisahan terjadi karena kelarutan fraksi minyak dalam pelarut
seperti SO2 dan furfural berbeda. Metode ini menghasilkan sejumlah besar produk
dan kualitas yang sangat baik. Metode destilasi murni.
c. Proses Kristalisasi
Dalam proses ini, fraksi dipisahkan berdasarkan titik leleh yang berbeda. Lilin
dan oli filter dibuat dari bahan bakar diesel yang kaya parafin dengan
pendinginan, pengepresan, dan penyaringan. Produk lain tersedia sebagai produk
tambahan di hampir setiap proses manufaktur. Produk-produk tersebut dapat
digunakan sebagai bahan dasar petrokimia yang dibutuhkan untuk produksi bahan
plastik, bahan dasar kosmetik, penolak serangga dan berbagai produk petrokimia
lainnya.
d. Pemurnian (perlakuan) Produk
Produk minyak yang diperoleh pada tahap pertama dari perawatan dan perawatan
selanjutnya sering terkontaminasi dengan zat berbahaya seperti senyawa kaustik
dan bau yang tidak sedap. Kontaminan ini harus dibersihkan, misalnya
menggunakan soda api, tanah liat, atau proses hidrogenasi.
Itulah penjelasan tentang proses pengolahan minyak bumi, dari asal usul dan
unsur perubahannya hingga bisa kita gunakan untuk keperluan sehari-hari.

